Matematika di Pasar…

Satu hari di Ahad pagi…

Hari itu satu tim belanja bersiap berangkat ke Pasar untuk belanja kebutuhan bahan makanan untuk hari Ahad sampai dengan Senin pagi.

Rayya adalah anggota tim termuda saat itu. Dengan kostum belanja dan kerudung bergo mungilnya, ia berangkat ke pasar naik mobil merah tua.

Tiba di Pasar, dengan secarik kertas berisikan daftar belanja yang harus ia belanjakan, Rayya menghampiri seorang Ibu penjual sayur-mayur dan Cabai.”Cari apa De’?” kata sang Ibu penjual. “Beli cabe merah SATU PER DUA kilo, Bu.”, jawab Rayya. “Berapa Neng? Sekilo apa dua kilo?” Tanya Ibu tersebut bingung. “SATU PER DUA KILO” Jawab Rayya sekali lagi dengan suara ‘cempreng’ khasnya. Sang Ibu pun semakin bingung.Akhirnya murabbi pendamping belanja saat itu membantu Rayya menjelaskan maksudnya, “Setengah kilo, Bu maksudnya.” “Oh….” Sang Ibu pun mulai menimbang cabe merah sambil tersenyum. Rayya yang masih duduk di kelas 2 SD pun tersenyum, tepatnya ‘nyengir’! dengan raut muka sedikit bingung. Saat itu pulalah Rayya belajar, bahwa SATU PER DUA bisa dibaca SETENGAH!

Mendengar laporan kejadian di pasar tersebut seluruh murabbi dan beberapa santri pun tertawa geli. Kamipun baru tahu, bahwa Rayya belum mengerti jika SATU PER DUA = SETENGAH… =D

Ya.. ternyata bahasa matematika di kelas, tidak selalu sama dengan matematika terapan yang digunakan saat transaksi jual beli… ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s